Rabu, 08 Feb 2023
  • Selamat Datang di Official Website PESANTREN NURUL IHSAN Cilacap Berakreditasi A - The Next Generations © 2020 - All Rights Reserved.

USTADZ JUGA MANUSIA

ASAL MULA KATA USTADZ

Dr. Ali Jasim Salman dalam kitab Mausuah al-Akhta’ al-Lughawiyah as-Syai’ah (?????? ??????? ??????? ???????) menguraikan sebagai berikut: kata ustadz (Arab, ?????) berasal dari bahasa Persia klasik yang dalam bahasa Persia (Iran) ditulis istad (Persia, ?????). Dari segi arti ia mendekati kata khwaja (?????) sebuah kata bahasa Parsi yang bermakna pengajar, tuan, atau orang tua.

Menurut suatu pendapat, asal penyebutan “ustadz” berasal dari kisah sejarah di mana kalangan elit suatu komunitas tertentu mendidik anak-anak mereka secara private dengan mendatangkan para pengajar ke istana mereka. Ketika mereka kuatir akan istri-istri mereka takut berselingkuh dengan para guru private ini, maka mereka mengebiri guru privat tersebut supaya hati mereka tenang saat para guru itu memasuki rumah mereka. Orang yang dikebiri dalam bahasa kaum tersebut adalah ‘ustadz’. Seiring berjalannya waktu, maka setiap guru diberi julukan sebagai orang yang dikebiri. Saat praktik itu tidak terjadi lagi saat ini, maka julukan ‘ustadz’ lah yang dipakai saat ini.

Namun Al-Khaffaji dalam Shifa al-Ghalil fima fi Kalam al-Arab min ad-Adakhil tidak sependapat dengan asumsi di atas. Ia menyatakan: Kata ustadz dengan makna “orang yang dikebiri” tidak ada dalam kosa kata para ahli bahasa maupun kalangan awam di era Jahili (pra Islam). Karena ustadz mengajar anak kecil dengan gaji tinggi.

Kata ustadz tidak terdapat dalam syair Jahili atau era pra Islam dan bukanlah bahasa Arab. Ia berasal dari bahasa Persia. Semua huruf dalam ustadz adalah bentuk asal. Seandainya ia berasal dari bahasa Arab, niscaya huruf asalnya adalah astadza ( ??????) ikut wazan fu’lal ( ?????? ) bukan dari satadza ( ?????? ?). Apabila tidak, niscaya ia ikut wazan af’al (??????). Ini tidak ada dalam bahasa Arab. Penduduk Irak memakainya karena hubungan mereka dengan bangsa Parsi (Iran). Lalu mereka pindah ke Teluk dan Suriah lalu ke belahan negara Arab yang lain. 
Istilah ustadz lalu dimaknai secara umum sebagai profesi tenaga ahli seperti ahli hukum, pengacara di pengadilan di mana profesi ini setingkat dengan level pengajar di perguruan tinggi.

Kata ustadz tidak ada bentuk muannats (bentuk perempuan) karena ia bukan sifat. Jadi, yang benar adalah kata ustadz dipakai untuk laki-laki dan perempuan

Muhammad Al-Murtadha Az-Zabidi dalam kitab Tajul Arus min Jawahiril Qamus menyatakan: Guru kami menjelaskan tentang kata ustadz. Kata ini berasal dari kata yang populer yang harus dijelaskan walaupun ia bukan berasal dari bahasa Arab. 

Huruf hamzah yang menjadi asal telah membuat penulis buku As-Syihab Al-Fayyumi memasukkannya dalam daftar huruf hamza. Ia mengatakan, ustadz adalah kata non-Arab (ajami); maknanya adalah orang yang ahli di bidang tertentu.

Menurut Al-Hafidz Abul Khattab bin Dihya dalam kitab Al-Muttarib fi Ash’ari Ahlil Maghrib demikian: Ustadz bukan kata bahasa Arab dan tidak terdapat di syair Jahiliyah. Masyarakat awam memakai kata ini apabila mereka mengagungkan orang yang disuka mereka menyebutnya dengan ustadz seperti orang yang ahli dengan pekerjaannya. Karena ketika dia mendidik anak-anak maka seakan-akan dia seorang ustadz karena kebaikan perilakunya. Segolongan ahli di Baghdad mengisahkan hal ini pada saya salah satunya adalah Abul Faraj bin Al-Jauzi. Dia berkata: Saya mendengar dari guru bahasaku Abu Manshur Al-Jawaliq dalam kitabnya Al-Mu’arrob.

Post Terkait

28 Mei 2020

Elementor #2342

0 Komentar

KELUAR