Rabu, 08 Feb 2023
  • Selamat Datang di Official Website PESANTREN NURUL IHSAN Cilacap Berakreditasi A - The Next Generations © 2020 - All Rights Reserved.

Metode Pembelajaran Anak Di Rumah BAG 8

Fikih Pendidikan Anak
Silsilah no 114

“METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH BAG 8”

Dengan mengingat metode pembelajaran yang baik, proses pendidikan yang diharapkan berlangsung setiap waktu, tanpa anak-anak terus digurui dan orang tua tidak dapat terbebani. Di antara metode tersebut:

Ketujuh: Metode motivasi Hadiah dan hukuman

Ada surga, ada neraka. Allah taala surga bagi orang beriman. Sementara itu disediakan untuk para pelanggar perintah-Nya

Teladan dari Allah Yang Maha Agung memberikan penjelasan tentang kita, yaitu metode pemberian hadiah dan keputusan dapat kita terapkan untuk memotivasi anak agar mau melakukan yang baik. Namun, ini bukan metode satu-satunya yang perlu diterapkan pada anak. Sebab bisa menimbulkan pengaruh terhadap faktor eksternal, yaitu hadiah dan hukuman itu sendiri.

Akan lebih baik lagi jika kita bisa menumbuhkan motivasi internal. Yakni Kesadaran yang muncul dari diri anak sendiri. Pentingnya ia tidak memiliki faktor eksternal. Buahnya anak akan lebih mudah dikelola sendiri kapan saja dan di mana saja.

Namun, sebagai langkah awal, metode hadiah dan hukuman ini tidak mengapa digunakan. Manakala sudah terlihat munculnya motivasi internal, maka metode pemberian hadiah dan hukuman bisa diakhiri.

Berikut beberapa rambu agar hadiah efektif:

A. Sesuaikan dosisnya

Pemberian hadiah dan hukuman memiliki aturan, syarat dan ukuran tertentu. Yang dosisnya bisa jadi berbeda antara anak yang satu dengan lainnya. Tergantung kasus spesifik yang dihadapi masing-masing. Kekurangan atau kelebihan dosis pemberian hadiah dan hukuman bisa jadi membuatnya kehilangan fungsi sebagai obat. Bahkan bisa berubah menjadi racun yang justru semakin merusak kepribadian anak.

Ada kasus di mana perilaku anak justru semakin buruk setelah diberi hukuman. Kasus lain, muncul ketergantungan anak terhadap keberadaan hadiah. Tidak mau berbuat kebaikan kecuali bila ada hadiahnya.

Aturan pertama yang harus diperhatikan adalah harus ada keseimbangan antara hadiah dan hukuman. Seimbang itu bukan berarti porsinya sama, satu-satu. Namun hadiah harus lebih banyak dan didahulukan dari hukuman.

Aturan berikutnya adalah membedakan karakter satu anak dengan yang lain. Ada anak yang begitu mudah diatur. Saat berbuat kesalahan, hanya dengan sedikit peringatan dan hukuman, ia sudah bisa berubah dan memperbaiki perilakunya. Namun ada anak yang sangat bengal. Karena sering dihukum, ia jadi kebal hukuman. Bahkan kadang ia menikmati hukuman.

Selanjutnya adalah meningkatkan perhatian positif dan menambah perhatian negatif. Maksudnya kita tertuntut untuk mencoba sebanyak mungkin saat anak melakukannya dengan baik. Lalu Ciptanya memberikan penghargaan kepada dia. Jika ditemukan, kekurangan atau kesalahan anak, berilah teguran secukupnya. Tanpa harus menyertainya dengan omelan panjang lebar. Serta jangan terlalu cepat memberikan hukuman.

B. Harus ada batasnya

Kita setuju, itulah bantuan hadiah yang bisa digunakan selamanya. Proses ini cukup difungsikan hingga tahap menumbuhkan kebiasaan saja. Manakala anak dirasa telah memiliki pembiasaan yang cukup, maka pemberian hadiah bisa diakhiri.

Maka hal terpenting yang harus dilakukan adalah memberikan sedini mungkin kepada anak tentang meminta ini. Untuk menghindari tumbuhnya harapan anak yang terlalu besar terhadap persetujuan hadiah ini. Sangat mungkin anak akan protes. Di sinilah saatnya kita menunjukkan sikap tegas. Orang tua harus bisa mengendalikan anak, bukan mengendalikan anak. Bersambung
 Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 12 Ramadhan 1439/28 Mei 2018

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR